Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Drs. Mahyuzar, M. Si, Rabu (17/7) siang foto bersama dengan pemateri Sekolah Catin, Nursan Junita, Ketua TAPI PKK Aceh Utara, Ny. Awirdalina dan dengan para peserta di Pendopo Bupati Aceh Utara. Waspada/Ist
“Banyak pengantin setelah menikah, baru 6 bulan sudah berpisah. Baru satu tahun sudah berpisah. Maka dari itu penting bagi calon pengantin untuk sehat, baik jasmani maupun rohani.”
HAL itu disampaikan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Drs. Mahyuzar, M.Si pada saat membuka kegiatan Sekolah Sakinah, Mawaddah Warahman (SAMARA) di Aula Pendopo Bupati, Rabu (17/7) siang.
Sekolah ini sengaja dibentuk atas dasar tingginya angka perceraian, perselingkunhan, kekerasan dalam rumah tangga, juga efek game online dan untuk meningkatkan derajat kesehatan keluarga di Provinsi Aceh.
Kata Mahyuzar, fenomena yang terjadi di tanah air saat ini, khususnya di Provinsi Aceh, para pengantin yang belum mampu membentuk kelaurga yang Sakinah Mawaddah Warahmah.
“Di sinilah peran Kemenag dan Dinas Kesehatan untuk membimbing para calon pengantin. baik dari segi kesehatan maupun kesiapan mental yang akan dihadapi para pengantin,” pinta Mahyuzar.
Kesiapan psikologis, kata Mahyuzar, merupakan keseluruhan kondisi seseorang yang membuatnya siap untuk respon sesuatu yang berhubungan dengan batin dan karakter seseorang. Karena sesudah menikah suami-istri harus menerima kekurangan dan kelebihan dalam rumah tangga.
Menjawab Waspada, Mahyuzar menyebutkan, Kegiatan itu diinisiasi oleh Pemerintah Aceh melalui TP – PKK Provinsi Aceh, dimaksudkan untuk memberikan edukasi bagi calon pengantin maupun pasangan muda untuk membina rumah tangga yang bahagia, sakinah mawaddah warahmah
Maka dari itu, kata orang nomor satu di Aceh Utara itu, Pemerintah Aceh membuat acara seminar sekolah Samara. Kegiatan itu bertujuan untuk mengedukasi, agar generasi muda memahami bagaimana cara menghadapi masalah, baik sebelum jadi calon pengantin, maupun setelah menikah.
“Ini merupakan kegiatan seminar yang diberinama Sekolah SAMARA. Dan ini merupakan angkatan ke tiga dan terus akan dilanjutkan dengan angkatan berikutnya. Para peserta Sekolah SAMARA merupakan para calon pengantin baru,” demikian Mahyuzar.
Pada kesempatan itu, Nursan Junita, dosen psikologis UNIMAL yang tampil sebagai narasumber menyebutkan, banyak sekali keluarga setelah menikah tidak mampu menghadapi masalah. Baik masalah dalam keluarga, maupun hal-hal lain sebagainya.
Semestinya, setelah menikah, pasangan harus tahu tujuan pernikahan agar pasangan bisa saling melengkapi. Pasangan juga harus tahu hak dan kewajiban.
“Setelah berkeluarga setiap pasangan harus menerima perbedaan antara suami dan istri. Pentingnya komunikasi yang baik antara pasangan,” sebut Nursan Junita.
Acara tersebut turut dihadiri Ny. Awirdalina yang juga Pj. Ketua TP PKK Kabupaten Aceh Utara, Ny. Ainal Mardhiah, S.Sos. Pj TP PKK Kota Lhokseumawe. Perwakilan Dari TP PKK Provinsi Aceh, Perwakilan Kemenag Aceh Utara, Perwakilan Kemenag Kota Lhokseumawe. Pengurus TP PKK Aceh Utara. WASPADA.id/Maimun Asnawi, S.Hi.,M.Kom.I
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.