4 Pelanggar Syariat Islam Dicambuk

IDI (Waspada): Setelah di Pidie, Aceh Tamiang dan Bireun, pelanggar Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum jinayat kembali di cambuk di Kabupaten Aceh Timur, Senin (7/10). Proses eksekusi keempat terdakwa kali ini dipusatkan di halaman Masjid Agung Darussalihin Idi.

4 Pelanggar Syariat Islam Dicambuk
Algojo mengeksekusi salah satu terpidana pelanggar Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum jinayat di halaman Masjid Agung Darussalihin Idi, Aceh Timur, Senin (7/10). Waspada/M. Ishak

Keempat terdakwa yakni TAR, 61, warga Desa Seuneubok Timur, Kec. Idi Timur, Aceh Timur. Terdakwa TAR diputuskan 14 kali cambuk. Selanjutnya, RUS, 56, warga Desa Tanoh Anoe, Kec. Idi Rayeuk, Aceh Timur. Terdakwa RUS diputuskan 14 kali cambuk. Lalu, ES, 42, asal Desa Tanoh Anoe, Kec. Idi Rayeuk, Aceh Timur. Terdakwa ES diputuskan 7 kali cambuk.

Kemudian, terdakwa SY, 51, asal Desa Tanoh Anoe, Kec. Idi Rayeuk, Aceh Timur. Terdakwa SY dihukum tiga kali cambuk setelah dikurangi masa tahanan. Salah satu dari empat tersangka berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Prosesi hukuman cambuk ini dilaksanakan diatas panggung terbuka yang ikut disaksikan hakim pengawas, jaksa, eksekutor, dan tim medis. Para terdakwa dicambuk oleh Algojo yang telah ditetapkan dari Polisi Wilayatul Hisbah (WH) atau Polisi Syariat Islam.

"Keempat terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan pelanggan Pasal 20 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang tindak pidana/jarimah maisir," ujar Kepala Kejari Aceh Timur, Abun Hasbulloh Syambas, SH, MH, didampingi Kasi Intel, Andi Zulanda, SH, usai prosesi hukum cambuk di Idi.

Dikatakannya, keempat terdakwa yang dihukum cambuk telah berkekuatan hukum tetap dari Mahkamah Syariah Aceh Timur. "Eksekusi cambuk ini bukan untuk mempermalukan para terdakwa, melainkan memberi efek jera agar yang bersangkutan tidak lagi melanggar," ujar Abun Hasbulloh Syambas.

Setelah dicambuk, lalu keempat terdakwa dibawa ke Kantor Kejari Aceh Timur, dengan menggunakan mobil patroli polisi. Bahkan keempatnya sempat diperiksa kesehatannya oleh para medis yang sengaja didatangkan pihak Kejari Aceh Timur. Usai menjalani hukuman cambuk, keempat terpidana dinyatakan bebas dan diperbolehkan pulang. (b24)