Siswi SMA Negeri 1 Pematang Siantar Tenggelam Di Danau Toba

AJIBATA (Waspada) : Putri Margaretty Sinambela,16, Siswi sekolah SMA Negeri 1 Pematang Siantar kelas XI IPA tenggelam di Danau Toba, saat mengikuti perkemahan Osis di Hotel Jordan, Dusun Jambu, Kelurahan Parsaoran Ajibata, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir, sekira pukul 16.00 WIB, Sabtu (21/9).

Siswi SMA Negeri 1 Pematang Siantar Tenggelam Di Danau Toba
Orangtua Putri, Netty Br Sidabutar,50, menangis sedih atas kematian putri semata wayangnya. Ramsiana Gultom/Waspada.

Sebelumnya, Jum'at (20/9), Putri Bersama 365 temannya berangkat dari Siantar menuju Ajibata untuk mengikuti program perkemahan yang diselenggarakan oleh pihak sekolah. Sesampainya di lokasi, para siswa mendirikan kemah di pinggir Danau Toba tepatnya di depan Hotel Jordan untuk tempat menginap. 

Keesokan harinya, sekira pukul 14.30 WIB, seluruh siswa dibagi per kelompok berdasarkan organisasinya, antara lain; Organisasi Osis , Paskibra , Pramuka, Unpala, KIR ( Karya ilmiah Remaja ), PI (Pendalaman Iman), OSK (Organisasi Siswa Katholik), PKS ( Patroli Keamanan Sekolah), PMR (Palang Merah Remaja) dan Rohis ( Rohani Islam).

Putri diketahui masuk dalam organisasi Karya Ilmiah Remaja (KIR), sebelumnya, seluruh peserta kelompok diminta untuk berjalan sambil berbaris dengan bergandegan tangan dan menyanyikan yel yel. 

Sesampainya di pinggir Danau Toba, enam orang siswa terpeleset ke dalam Danau. Dua orang guru langsung terjun memberikan pertolongan, seluruh siswa dievakuasi ke darat, namun Putri tidak diketahui keberadaannya. Dilakukan pencarian hingga pukul 23.00 WIB dengan menyusuri seluruh pantai, Putri tidak berhasil ditemukan.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Pematang Siantar Bona Sihombing, MPd, ketika ditemui di RSUD Parapat, membenarkan peristiwa meninggalnya satu orang siswa di Danau Toba.


"Kita sudah melakukan upaya terbaik, dari semalam kita sudah lakukan pencarian agar Putri bisa ditemukan  dalam keadaan sehat," ujar Bona.

Gagal temukan Putri, keesokan harinya, pihak sekolah melapor ke Basarnas Danau Toba untuk meminta bantuan melakukan pencarian. "Baru tadi pagi kami melapor ke Basarnas dan akhirnya Putri ditemukan sudah meninggal," imbuhnya.

Orangtua Putri, Netty Sidabutar, 50, kepada Waspada mengatakan, mendapat informasi dari pihak sekolah sekira pukul 23.00 WIB. Dia bersama beberapa keluarga langsung turun ke lokasi.

"Sempat pihak sekolah menelofon untuk mempertanyakan apakah Putri kembali ke rumah atau tidak. Saya jawab tidak, buat apalah Putri kembali ke Siantar sementara teman temannya masih di Ajibata. Lalu kami tiba di lokasi sekira pukul 01.30 WIB dini hari. Saya menyesalkan pihak sekolah yang tidak memperhatikan dan kurang bertanggungjawab atas kejadian yang menimpa anak saya. Dia ikut organisasi dan mengikuti kegiatan ini, seharusnya ada proteksi dari pihak sekolah," ujar Nelly kesal.

Dari ketetangan Netty Sidabutar, anaknya Putri merupakan anak yang selalu aktif, tidak hanya masuk dalam KIR, Putri juga seorang pendaki. "Anak saya agak tomboy, tapi hatinya sangat baik dan pintar. Dia masuk dalam 10 besar di sekolahnya," kenang Netty dengan wajah sedih.

Kepala Polisi Pos Sektor (Kapos) Ajibata Aiptu S Siringoringo membenarkan ditemukannya satu orang siswi SMA Negeri Pematang Siantar di Danau Toba, tepatnya di Ajibata dalam keadaan meninggal. 


"Jenazah korban atas nama Putri Margaretty Sinambela,16, sudah dibawa ke RSUD Parapat untuk dilakukan pemeriksaan luar. Setelah itu kita serahkan ke pihak keluarga selanjutnya dibawa kembali ke rumah duka sekira pukul 14.00 WIB," tutur Siringoringo. (crg)