Sekda Pematangsiantar Penuhi Panggilan Tipikor Poldasu

MEDAN (Waspada): Sekda Kota Pematangsiantar Budi Utari memenuhi panggilan penyidik Tipikor Poldasu, terkait operasi tangkap tangan (OTT) di kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pematangsiantar.

Sekda Pematangsiantar Penuhi Panggilan Tipikor Poldasu
SEKDA Pematangsiantar

Ia menjalani pemeriksaan di gedung Direktorat Reskrimsus Poldasu, Selasa (23/7). Budi yang mengenakan baju dinas Aparat Sipil Negara (ASN) diperiksa sejak siang hingga sore. "Masih terkait OTT, tadi datangnya jam 10 an," kata Direktur Dit Reskrimsus Poldasu Kombes Pol. Rony Santama, Selasa (23/7) sore.

Disebutkan, Sekda Siantar diperiksa sebagai saksi. Namun bisa saja dipanggil lagi dan statusnya juga bisa berubah menjadi tersangka. "Tergantung perkembangan penyidikan," ucap Rony Santama.

Sedangkan Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah, menurutnya akan dipanggil menjalani pemeriksaan pekan depan, juga masih terkait OTT di Kantor BPKAD Pematangsiantar.

Sekda Budi Utari datang ke Poldasu dengan mobil Kijang Innova hitam BK 610 NR. Wartawan sempat mencoba mewancarai namun dia tidak banyak memberi keterangan kepada media. "Iya saya sedang diperiksa, nanti saja usai pemeriksaan kita lanjuti lagi," katanya meninggalkan wartawan.

Seperti diketahui, penyidik Tipikor Poldasu telah melakukan pemanggilan kedua kepada pejabat kota Pematangsiantar itu terkait pengembangan penyidikan OTT di kantor BPKAD, setelah pemanggilan pertama tidak hadir.

Dalam kasus itu penyidik menetapkan seorang tersangka, yakni Bendahara BPKAD berinisial EZ, atas dugan pemotongan uang insentif pemungutan pajak daerah milik pegawai BPKAD sebesar 15 persen dari uang yang diterima triwulan II tahun 2019. (m27)