Saling Menghargai

Dan janganlah kamu memaki sesembahan-sesembahan yang mereka sembah selain Allah, maka akibatnya mereka akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan.

Saling Menghargai

Demikian Kami perindah bagi setiap umat amal mereka. Kemudian kepada Tuhanlah kembali mereka. Lalu Dia (Allah) memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan. (QS. Al-An’am:108)

AGAMA Islam sangat menganjurkan  tasamuh (tolaransi) sesama umat beragama, agar terjalin keamanan dan perdamaian. Kewajiban Rasulullah hanya berdakwah, jika sesuatu kaum tidak mau beriman, tidak boleh dipaksakan,bahkan mayorits Islam wajib melindungi mereka yang minoritas.

Allah SWT  melarang menghina tuhan-tuhan sembahan agama lain, baik agama Samawi (Yahudi, Kristen) maupun agama Ardhi seperti Hindu, Budha dan Kong Fu Shee.

Bagi mereka agama mereka dan bagi kita yang Islam menurut keyakinan  kita. Lakum diinukumwaliyaa Diin(bagimu agama mu dan bagiku agamaku. (QS.Al-Kafirun: 6).

Dalam keimanan  Islam  memang hanya  Allah yang patut disembah. Selain Allah bukanlah tuhan tetapi makhluk. Menyembah makhluk adalah syirik. Waktu Rasulullah masih di Makkah, orang-orang musyrik sering memaki Allah dengan kata-kata yang buruk, padahal mereka  tidak mengenal Allah.

Mereka menyebut Tuhan Muhammad itu tuhan yang tidak bias dilihat. Mereka memuji-muji tuhan mereka Latta dan Uzza (keduanya berhala) karena dapat mereka lihat.

Setelah Hijrah ke Madinah dan perang-perang yang terjadi selalu dimenangi oleh Rasulullah dan umat  Islam  sebagian umat Islam memaki-maki berhala yang disembah oleh sisa-sisa kaum musyrikin.

Sebagian umat Islam juga memaki-maki berhala yang disembah oleh orang-orang yang beragama lain. Menurut para muffasir; Allah melarang umat Islam memaki-maki sesembahan agama orang lain.

 Ada dua sebab;  Pertama agar orang-orang kafir itu tidak membalas makian. Nanti mereka akan memaki Allah (Tuhan Kaum Muslimin) dengan melampaui batas tanpa pengetahuan.

Kedua; jika kita memaki tuhan mereka, hati mereka sakit, emosional dan menjauh dengan dakwah kita. Jika kita lembut mereka dekat. Siapa tahu mereka akan masuk Islam.

Ulama Prof. Dr. Quraish Shihab, MA menulis dalam TafsirAl-Misbah; Larangan memaki tuhan-tuhan agama orang lain untuk menjaga kesucian agama-agama dan guna menciptakan rasa aman serta hubungan harmonis antar umat beragama.

Manusia sangat mudah terbakar emosinya apabila kepercayaannya di singgung. Agama bersemi dalam hati. Sedangkan hati adalah sumber emosi. *** Tgk. H. Ameer Hamzah ***