Mukjizat Para Nabi

Telah dekat datangnya Hari Kiamat dan Bulan telah terbelah. Dan jika mereka (orang-orang Musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: “(Ini adalah) sihir yang terus menerus.” Dan mereka mendutakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya (QS. al-Qamar: 1-3)

Mukjizat Para Nabi

Terdapat banyak mukjizat yang diingkari oleh kaum Musyrik disebabkan kedengkian mereka terhadap Islam. Di antaranya adalah mukjizat peristiwa terbelahnya bulan yang disebutkan dalam Alquran di Zaman Rasulullah SAW.

Dari Abdullah berkata bahwa ‏Bulan terbelah menjadi dua bagian di zaman Rasulullah, kemudian Rasulullah SAW bersabda: Saksikanlah  (HR. Imam Muslim).

Dalam diriwayat lain dijelaskan, ketika kaum Kafir Makkah meminta Rasulullah untuk memerlihatkan tanda-tanda kebesaran Allah SWT serta menguji kebenaran Risalah baginda Rasulullah dengan memintanya membelah Bulan.

Maka Allah SWT mengabulkan doa Beliau hingga pada malam hari tampaklah bulan terbelah menjadi dua bagian, di mana bagian lainnya berada di sisi gunung Safa dan bagian lainya di sisi gunung Qaikaan dan terlihat di antaranya bukit Hira.

Tapi orang-orang kafir Makkah malah mengingkari mukjizat tersebut dan berkata: “Muhammad telah menyihir kita”, kemudian sebagiannya berkata: “Jika benar kita tersihir dia tidak akan bisa menyihir semua manusia.

Maka tunggulah sampai datang berita dari orang-orang yang melakukan perjalanan jauh. Ketika para musafir tiba, mereka mengatakan, bahwa mereka menyaksikan hal yang serupa. Tetapi Kaum Kafir Makkah tetap mengingkari Mukjizat tersebut dan berkata: “…(Ini adalah) sihir yang terus menerus”.

Kejadian itu tidak hanya disaksikan oleh kaum kafir Makkah saja tetapi manusia yang berada di tempat selain Makkah pun pada waktu itu dapat menyaksikan peristiwa itu seperti yang dilakukan oleh Abu Jahal bahwa dia pernah menunggu para pedagang yang berdatangan dari berbagai negeri jauh (seperti Syam) untuk menanyakan peristiwa tersebut.

Adapun peristiwa terbelahnya bulan purnama ini merupakan satu dari banyak mukjizat Nabi Muhammad. Yang menakjubkan selain Alquran, sebagian besar diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Umumnya mukjizat itu terjadi saat situasi darurat untuk meneguhkan dan menguatkan Rasulullah SAW.

Terjadinya suatu mukijzat itu merupakan kehendak Allah SWT, dan tidak seorang pun bisa melakukannya kecuali dengan izin-Nya. Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami membukakan semua pintu kesenangan duniawi untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan pemberian itu, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa (QS. al-An’am: 44).

Kelebihan yang Allah SWT berikan kepada para nabi dan rasulNya adalah tanda kebesaran dan kebenaran yang nyata, bahwa keberadaanNya sebagai Tuhan adalah kebenaran yang tidak bisa diingkari bagi seluruh manusia.

Sebagai hamba setiap manusia wajib mencari tahu dan memahami bahwa alam semesta ini sudah pasti tidaklah mungkin bisa berdiri sendiri, kecuali ada Zat yang menciptakannya, yaitu Allahu jalalahu jalalah. Semoga dengan mengimani mukjizat nabi, maka semakin bertambah pula keimanan kita terhadap kekuasaan dan iradahNya. *** Dirja Hasibuan ***