Mantan Panglima GAM Ditangkap Bawa 80 Kg Ganja

MEDAN (Waspada): Tiga pria membawa 80 Kg daun ganja kering ditangkap petugas Unit IV Subdit I Dit Narkoba Polda Sumut di Jl Djamin Ginting, Desa Sembahe, Kec. Sibolangit, Kab. Delisedang. Seorang diantaranya mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Mantan Panglima GAM Ditangkap Bawa 80 Kg Ganja
Tiga tersangka pengedar narkoba diamankan bersama barang bukti 80 Kg ganja di Mapoldasu, Rabu (9/10).Waspada/gito ap

Direktur Narkoba Polda Sumut Kombes Pol. Hendri Marpaung melalui Kasubdit I AKBP Fadris kepada wartawan, Rabu (9/10) mengatakan, ketiga pria itu ditangkap persis di Titi Kembar Sembahe, Selasa (8/10) dinihari sekira pukul 01:00.


Ketiganya, R, 43, warga Jl Baut, Lingkungan II, Kelurahan Tanah Enam Ratus, Kec. Medan Marelan, K, 23, warga Desa Darul Makmur, Kec. Darul Hasanah, Kab. Aceh Tenggara dan AS, 19, warga Kec. Lauser, Kab. Aceh Tenggara.


Sebelum melakukan penangkapan, petugas menyaru sebagai pembeli, kemudian melakukan kontak dengan salah seorang tersangka untuk membeli narkotika jenis ganja. "Kita sepakat bertemu di Jalan Djamin Ginting, Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit persis di Titi Kembar Sembahe," ujar Fadris.

Setelah itu, ketiga pengedar ganja tersebut memperlihatkan barang buktinya dan tak lama Tim Unit IV Subdit I Dit Narkoba Polda Sumut yang telah siaga, langsung melakukan penangkapan. "Saat ini ketiganya sudah berada di Polda Sumut untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan," katanya.

Barang bukti yang diamankan berupa 80 bal ganja kering dengan berat 80 Kg, satu unit mobil mini bus BK 1753 QP, satu unit sepeda motor matic BK 5499 RBC dan tiga handphone.

Residivis dan mantan GAM

Berdasarkan keterangan di Poldasu, diketahui tersangka R warga Jl. Baut, Kecamatan Medan Marelan merupakan mantan Panglima GAM di Aceh Tenggara pada 2004. "R ini juga merupakan residivis yang pada 2007 ditangkap Dit Narkoba Polda Sumut dengan membawa ganja 100 Kg dan divonis 20 tahun penjara," sebut Fadris.

Namun ia hanya menjalani hukuman 13 tahun penjara. "Di Lapas Tanjunggusta menjalani masa tahanan selama 7 tahun dan 6 tahun di Nusakambangan. Ia bebas dari Nusa Kambangan pada Februari 2019 lalu," ujarnya.

Tetapi, baru enam bulan menghirup udara segar, R kembali menjalankan bisnis narkotika jenis ganja dari Kutacane ke Kota Medan dengan menggunakan mobil mini bus BK 1753 QP.  Namun sebelum sampai di Medan, R dan dua temannya kita tangkap.(m27)