Korban Sampan Terbalik Ditemukan Meninggal

IDI (Waspada): Setelah hanyut dan tenggelam diseret arus sungai bersama orangtuanya, jasad Rayhan akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa 1 kilometer ke arah hilir Desa Lueng II, Kec. Madat, Kab. Aceh Timur, Selasa (8/10) sekira pukul 14:00.

Korban Sampan Terbalik Ditemukan Meninggal
Tim gabungan mengevakuasi jasad Rayhan setelah ditemukan di sungai Desa Lueng II, Kec. Madat, Aceh Timur, Selasa (8/10) sore.Waspada/Ist 

"Awalnya satu orang meninggal dunia dan satu lainnya hilang. Tapi setelah 18 jam hilang, akhirnya Rayhan juga ditemukan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur, Syahrizal Fauzi, S.STP, M.AP, kepada Waspada, Rabu (9/10).

Korban tenggelam ditemukan oleh tim gabungan yang melakukan pencarian sejak terbaliknya sampan penyeberangan. Setelah didaratkan, lalu jenazah Rayhan langsung dibawa pulang ke rumah duka untuk difardhukifayahkan.

"Jumlah korban meninggal menjadi dua orang yaitu kakak beradik. Sedangkan empat lainnya selamat dalam peristiwa terbaliknya sampan penyeberangan yang terjadi, Senin (7/10) sekira pukul 20:00 Wib," sebut Syahrizal Fauzi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sekeluarga yang menumpang sampan penyeberangan terbalik dan hanyut di sungai Desa Lueng II, Kec. Madat, Aceh Timur, Senin (7/10) sekira pukul 20:00 Wib. Korban yakni Zulramli, 51, (ayah), Cut Mutia, 39, (ibu), Novi Zulsentia, 10, Mery Zulsentia, 8, Rayhan, 4, (anak). Keseluruhan tercatat warga Dusun Teungoh, Desa Lueng Sa, Kec. Madat, Aceh Timur.

Sementara seorang lainnya bernama Munar Bin Razali, warga lainnya yang ikut bersama Zulramli. Dia diketahui penjaga penjaga tambak budidaya udang paname milik Zulramli. Ketika itu, Zulramli bersama seluruh keluarganya menyeberangi sungai untuk memanen udang paname miliknya, namun karena cuaca tidak mendukung sehingga rencana panen malam itu dibatalkan dan sekeluarga memutuskan untuk pulang. (b24/C)