Kayu Bajakah Penyembuh Kanker Ternyata Ada Di Asahan

BEBERAPA waktu belakangan ini publik nusantara dihebohkan dengan penemuan kayu Bajakah hasil penelitian siswa SMP, yang ternyata dapat menyembuhkan kanker. Hasil penelitian ini mengantarkan siswa peneliti tersebut menjadi juara dunia. Nah, kayu Bajakah ini selain di Kalimantan, ternyata ada juga di Desa Seipaham Kecamatan Sei Kepayang Kabupaten Asahan.

Kayu Bajakah Penyembuh Kanker Ternyata Ada Di Asahan
WARGA meminum air yang keluar dari kayu Bajakah. Waspada/Rasudin Sihotang

Warga di sana mengaku sudah lama mengetahui pohon liar tersebut sebagai obat secara turun-temurun terutama sakit demam. Namun, secara ilmiah mereka baru mendapat informasi kayu tersebut bisa mengobati kanker dari pemberitaan di televisi. Samsul Munthe, 45, warga setempat, Minggu (1/9), menjelaskan pohon tersebut memang selalu digunakan warga sebagai obat karena berkhasiat menyembuhkan sakit kepala dan sakit perut.

"Nama kampungnya Andor Kailkail, banyak ditemukan di pinggir sungai di sekitar sini," ungkap Samsul. Tumbuhan ini, ungkap Samsul, tumbuh di antara pepohonan liar lainnya dengan cara menumpang di indungnya. Kalau ditebas, maka akan mengeluarkan air yang dapat diminum.

Eko Setiawan, 25, warga Tanjungbalai yang penasaran dengan informasi adanya kayu Bajakah di Seikepayang langsung mendatangi lokasi. Bersama warga sekitar, Eko pergi ke tempat tumbuh Bajakah. Tumbuhnya di dekat sumber air di antara semak belukar. Kayu ini menumpang di pohon besar lainnya.

Selanjutnya, tutur Eko, pohon itu ditebas dan seketika menetes air dari pori-porinya. Eko pun ikut meminum karena ingin tahu seperti apa rasa air berkhasiat tersebut. "Rasanya agak kelat mirip pahit, tapi sangat segar, badan jadi enak," ungkap Eko, lalu membawa sebatang kayu tersebut ke rumahnya sebagai hiasan. (a32)