Kasus Pencegatan Truk Ikan, Begini Komentar Sekretaris Partai Golkar Aceh

BANDA ACEH (Wapada): Kasus pencegatan puluhan truk pengangkut ikan dari Aceh ke Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, beberapa hari lalu tidak boleh dianggap masalah sepele oleh pemerintah Aceh. 

Kasus Pencegatan Truk Ikan, Begini Komentar Sekretaris Partai Golkar Aceh
Syukri Rahmat, minta pemerintah Aceh protes

Hal itu diungkapkan Sekretaris Partai Golkar Aceh, Syukri Rahmat, SH MKn, kepada media, Kamis (12/9) di Banda Aceh. “Pemerintah Aceh bisa mengirimkan surat permintaan klarifikasi kepada Pemprov Sumut,” ujar dia. 

Disebutkan, Pemprov Sumut harus memberikan klarifikasi menyangkut dengan penangkapan truk pengangkut ikan tersebut. “Kalau penangkapan ikan itu menyangkut surat-surat kendaraan atau ada pelanggaran lainnya itu sah-sah saja,” kata Syukri.  

Namun, sambung politisi ini, hal tersebut jangan sampai menjadi preseden buruk bagi para nelayan dan pengusaha ikan dari Aceh. “Sumut tidak boleh semena-mena terhadap para pengusaha ikan dari Aceh,” urai dia.  

Menurut Syukri, pihaknya sangat keberatan dengan perlakuan oknum Dinas Perhubungan dan Satpol PP di Prop Sumut. “Apa yang terjadi terhadap pengusaha ikan dari Aceh itu sungguh miris,” ungkap dia. 

Pada sisi lain, ini menjadi bukti shahih terbaru, bahwa Aceh selalu diperlakukan tidak simpatik sehingga sektor ekonomi Aceh selalu harus bergantung pada Sumut. 

“Apa yang dilakukan tidak mencerminkan semangat peningkatan pendapatan masyarakat melalui pertanian dan perikanan menuju Indonesia surplus pangan seperti yang dikampanyekan Pemerintah pusat,” kata dia. 

Kata Syukri, bila kondisi seperti ini dan belajar dari apa yang terjadi di Sumut tersebut, sudah saatnya Aceh mandiri dengan memanfaatkan kembali pelabuhan bebas Sabang dan pelabuhan yang ada disepanjang pantai timur dan barat Aceh untuk kegiatan ekspor dan impor,” saran dia. 

Seperti diketahui, puluhan truk pengangkut ikan dari Aceh dicegat masuk ke Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, tepatnya di beberapa titik di Desa Andam, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Mereka dicegat petugas Dinas Perhubungan dan Satpol PP kabupaten setempat yang melaksanakan razia khusus menjaring truk ikan masuk ke sana, di sejumlah titik desa dalam Kabupaten Tapanuli Tengah tersebut, sejak Sabtu (7/9/2019) malam lalu. [a]