Bendahara Dan Mantan Kapuskesmas Diduga Terjaring OTT

P. SIDIMPUAN (Waspada): Dua orang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Padangsidimpuan, satu di antaranya disebut-sebut bertugas dan menjabat sebagai Bendahara Puskemas Wek I, dan seorang lagi mantan Kepala Puskesmas (Kapus) Wek I, Kec. Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan, diduga terjaring operasi tangkap tangan (OTT).

Bendahara Dan Mantan Kapuskesmas Diduga Terjaring OTT
BENDAHARA Puskesmas Wek I Padangsidimpuan Utara berinisial DA berikut barang bukti uang dana BOK yang diamankan di Mapolres Padangsidimpuan. Waspada/Ist

Informasi diperoleh, Jumat (4/10), kedua oknum ASN yang terjaring OTT atas dugaan pemotongan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), berinisial DA yang disebut-sebut menjabat Bendahara Puskesmas Wek I, dan HT, mantan Kepala Puskesmas Wek I.

Diamankannya kedua oknum ASN ini berawal pada Kamis (3/10), Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Padangsidimpuan mendapat informasi adanya dugaan tindak pidana korupsi terkait dana Bantuan Operasi Kesehatan (BOK) Puskesmas Wek I, pada kantor Dinas Kesehatan Kota Padangsidimpuan.

Berdasarkan informasi tersebut, Unit Tipikor Sat Reskrim melakukan penyelidikan dan mencari tahu keberadaan oknum ASN dimaksud. Setelah mendapati keberadaan kedua ASN ini di salah satu warung di Jalan PMD, Kec. Padangsidimpuan Utara, Unit Tipikor Sat Reskrim langsung melakukan penangkapan. Saat itu DA hendak menyerahkan dana BOK kepada HT.

Informasi lainnya, dana BOK semester I sebesar Rp84.987.500, dan semester II Rp53.365.000, dengan jumlah total Rp138.352.500, sumber dana DAK non fisik TA 2019. Kemudian oleh bendahara atas sepengetahuan HT yang saat itu masih menjabat sebagai Kapus, membagikan kepada pegawai dan staf Puskesmas Wek I, yang mana pada proses pembagian dana BOK tersebut dilakukan pemotongan sebesar 41 persen dari jumlah yang diterima pegawai dan staf Puskesmas, dimana setiap pegawai/staf seharusnya menerima Rp85.000, namun hanya Rp50.000.

Selanjutnya setelah dana BOK disimpan oleh DA selama dua minggu, barulah diserahkan kepada Kapus Wek I (pejabat lama) dalam hal ini HT. Saat dana BOK akan diserahkan oleh DA kepada HT, Unit Tipikor Polres Padangsidimpuan langsung melakukan penyergapan sekaligus mengamankan keduanya berikut barang bukti ke Mapolres Padangsidimpuan. Barang bukti yang diamankan berupa 3 buku catatan pribadi tentang penyaluran dana BOK, uang Rp38.000.000 dengan rincian dana BOK yang disita dari Bendahara Puskesmas Wek I.

Sementara Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan AKP Abdi Abdillah melalui sambungan selular, Jumat (4/10) malam, membenarkan pihaknya mengamankan oknum ASN yang bertugas di Puskesmas Wek I. "Kita masih melakukan pemeriksaan, sabar ya," katanya.(c02)