Anggota DPRD Sumut Fraksi Demokrat Dituding Gunakan Ijazah Palsu

MEDAN (Waspada): Anggota DPRD Sumut Fraksi Demokrat, Santoso, dituding menggunakan ijazah palsu saat mendaftar sebagai Calon Legislatif (Caleg) pada Pemilu 2019 lalu. Polda Sumut diminta usut dugaan ijazah palsu yang digunakan Anggota DPRD Sumut.

Anggota DPRD Sumut Fraksi Demokrat Dituding Gunakan Ijazah Palsu

Hal itu disampaikan koordinator Barisan Mahasiswa Islam Sumut (Basmi Su), Hasbi Silalahi, Selasa (8/10). Hasbi mengatakan, jika dilihat dari isi keterangan salinan ijazah  Sekolah Menengah Pertama (SMP) Anggota DPRD Sumut, Santoso, ada beberapa keganjilan yang tampak.

Hasbi merincikan, pertama dari segi pencantuman waktu, di ijazah SMP tersebut, tercantum bahwa, Santoso, lahir pada 29 Agustus 1965, sementara, Santoso, dinyatakan lulus di ijazah tersebut tanggal 24 Februari 1986.

"Artinya, rentang waktu dari lahir hingga tamat SMP itu ada 21 tahun. Lalu pertanyaannya, apa mungkin Santoso menamatkan Sekolah Dasar (SD) nya di usia 17 tahun ?," kata Hasbi.

Hasbi mengatakan, keganjilan lainnya ialah terlihat dari judul ijazah yang dikeluarkan tersebut. Katanya, di judul atas itu menerangkan bahwa berkas itu adala Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) SMP, yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Lanjutnya, lalu diketerangan isinya menerangkan bahwa, Santoso, terakhir tercatat sebagai siswa SMP Swasta Rakyat Aek Loba.

"Artinya, Santoso telah sekolah SMP sebanyak dua kali, dan pindah sekolah dari SMP Swasta ke SMP Negeri. Tentukan aneh ini ada ijazah seperti ini," kata Hasbi.

Menurut Hasbi, dugaan ijazah Palsu ini harus diusut oleh pihak Polda Sumut, sebab celaka lah masyarakat Batu Bara dan Asahan jika punya wakil rakyat yang menggunakan ijazah palsu dan tentu itu menjadi catatan hitam bagi lembaga DPRD Sumut.

Hasbi mengatakan, pihaknya akan segera melakukan unjukrasa ke Polda Sumut dan kantor DPRD Sumut terkait kasus penggunaan ijazah palsu tersebut.  "Kami minta Polda Sumut panggil Anggota DPRD Sumut, Santoso, terkait hal itu. Dan kami juga minta pimpinan DPRD Sumut untuk menyikapi soal penggunaan ijazah palsu tersebut," tegasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Sumut, Santoso, saat coba dikonfirmasi via telepon tidak menjawab panggilan telpon Waspada. Saat ditemui ke Fraksi Demokrat, Santoso, juga tidak tampak diruangannya. Crds