Aceh-Sumut 2024 Terkendala PP No.17

MEDAN (Waspada): Ketua Umum KONI Sumut, John Ismadi Lubis, mengakui persiapan Sumut menjadi tuan rumah PON XXI tahun 2024 bersama Aceh masih terkendala, karena belum adanya perubahan atas Peraturan Pemerintah (PP) No. 17 Tahun 2007.

Aceh-Sumut 2024 Terkendala PP No.17
KETUA Umum KONI Sumut, John Ismadi Lubis pose bersama Ketua PWI Sumut H Hermansjah SE dan jajaran pengurus lainnya. (Waspada/Armansyah Th/B)

"PP No. 17 tahun 2007 mengatur tentang tuan rumah PON digelar oleh satu provinsi. Sedangkan tuan rumah PON XXI 2014 dua provinsi, yakni Sumut dan Aceh," sebut John Ismadi Lubis di depan wartawan peserta Ujian Peningkatan Status Anggota Biasa PWI Sumut 2019 di Aula Gedung PWI Sumut, Jl Adi Negoro Medan, Selasa (8/10).

Hadir Ketua PWI Sumut H Hermansjah SE, Sekjen Edward Thahir SSos, Ketua Panpel Khairul Muslim dan jajaran pengurus PWI Sumut lainnya. John Lubis mengakui ini memang ini masalah administrasi, tetapi juga merupakan payung hukum sebelum bekerja.

Karenanya, PP tersebut harus ada perubahan. "Mudah-mudahan terealisasi secepatnya, apalagi sudah ada Kepres No. 12 tahun 2019 tentang dapat dilakukan perubahan PP No.17 tahun 2007," tambah John Lubis.

John Lubis mengingatkan bahwa keberhasilan Sumut memenangi bidding tuan rumah PON XXI bersama Aceh merupakan hasil perjuangan besar yang didukung Pemerintah Provinsi Sumut. Pesaing Sumut dan Aceh waktu itu adalah Bali dan NTB serta Kalteng.

"Selanjutnya hanya ada waktu selama 6 tahun saja untuk persiapan hingga pelaksanaan PON pada 2024, termasuk pembangunan sarana dan infrastruktur," tutur John Lubis sembari menambahkan pemerintah telah menyiapkan lahan seluas 300 hektar di kawasan Kualanamu, Deliserdang untuk pembangunan Sport Center.

Soal persiapan PON XX tahun 2020 di Papua nanti, John Lubis mentargetkan bisa meloloskan 200 atlet agar bisa meraih setidaknya 20 medali emas dan mampu memperbaiki peringkat dari PON 2016 di Jawa Barat.

"Kita optimis di PON 2020 nanti Sumut bisa lebih baik lagi, mengingat sampai saat ini kita sudah meloloskan 84 atlet. Masih ada Porwil Sumatera 2019 di Bengkulu yang mempertandingkan 11 cabor pada November nanti yang juga sebagai ajang untuk meloloskan atlet lagi ke PON,” papar John Lubis.

Ke-11 cabor yang dipertanding dalam Porwil Sumatera adalah atletik, biliar, voli, bulutangkis, catur putra, kempo, muathay, renang, sepakbola, tinju, dan panjat tebing. "Sumut juga ingin berprestasi di ajang ini dengan menempati posisi pertama. Mengingat pada Porwil Sumatera IX/2015 di Bangka Belitung, Sumut menempati posisi ketiga," tambah John.

Dikatakan, Sumut menargetkan pundi-pundi medali bisa didapat dari olahraga tarung seperti tinju. “Tinju akan mempertandingkan 17 kelas dan kalau bisa Sumut meloloskan 15 petinjunya ke final, karena untuk Porwil hanya finalis saja yang lolos ke PON,” katanya. Begitu juga dengan kempo dan muaythai," katanya.

Ujian Peningkatan Status Anggota Biasa PWI Sumut 2019 dibuka Ketua PWI Sumut H Hermansjah SE. "Ujian yang diikuti 38 peserta ini ini merupakan amanat organisasi, karenanya ikutilah dengan sebaik-baiknya," ucap Hermansjah. (m47/a10/c14/cat/crds/I)